Dengan terbitnya standar ini, maka SNI 03-6429-2000, Metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan cetakan silinder di dalam tempat cetakan, tidak lagi digunakan sebagai standar pengujian kuat tekan beton dengan benda uji silinder.
Pengujian Modulus Elastisitas Beton. (SNI 03-4169-1996) dilakukan dengan menggunakan Mesin Uji Tekan dan memasang alat ukur (dial gauge) arah longitudinal. Modulus Elastisitas adalah nilai Tegangan dibagi Regangan beton, dimana tegangan mencapai 40% dari kuat tekan maksimum.
Fungsi Uji Kuat Tekan Beton. kuat tekan beton adalah sifat yang paling penting dalam kualitas beton dibandingkan sifat-sifat yang lainnya. Hal ini karena banyaknya sifat fisik utama yang dapat ditentukan dari berbagai kuat tekan beton, seperti kuat tarik belah beton, syarat keawetan beton, modulus elastisitas beton, syarat kedap air, kuat geser ...
sampel uji beton dari pekerjaan lantai fondasi sesuai dokumen inspeksi proses produksi pihak kontraktor pelaksana. Data lapangan yang digunakan adalah data slump sesuai dengan SNI 1972-2008 (Metode Uji Slump Beton) dan data pengujian kuat tekan sesuai SNI 03-2847- 2002
Penelitian ini menggunakan metode DoE untuk mix design beton K-500 dan mendapatkan nilai korelasi kuat lentur beton terhadap kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat lentur beton sangat tergantung pada kuat tekan beton dan ada persamaan matematis yang dapat digunakan.
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan grafik hubungan antara variasi umur beton terhadap nilai kuat tekan beton. tren menunjukkan bahwa semakin lama umur beton mutu tinggi terjadi peningkatan kuat tekan beton, dimana kuat tekan maksimum terjadi pada umur beton 28 hari. Kuat tekan beton umur 28 hari sebesar 62.64 MPa.