Uji kuat tekan beton inti (core drill test) dilakukan ketika data-data kuat tekan di laboratorium tidak sesuai dengan syarat yang diinginkan dan pengerjaan struktur telah terlaksana. Pada uji kuat tekan diambil benda uji untuk core drill berupa silinder hasil pengeboran pada struktur beton.
Demikian cara menghitung Nilai Standar Deviasi dari 5 buah Benda Uji Tekan Beton berbentuk Silinder (ini berlaku juga untuk Jumlah Benda Uji yang lebih banyak), dan cara menghitung Nilai Kuat Tekan Beton "yang berlaku" dari 5 buah Benda Uji tersebut.
Dengan terbitnya standar ini, maka SNI 03-6429-2000, Metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan cetakan silinder di dalam tempat cetakan, tidak lagi digunakan sebagai standar pengujian kuat tekan beton dengan benda uji silinder.
Web ini menjelaskan pengertian, kelebihan, kekurangan, sifat, dan macam-macam beton, serta cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder sesuai dengan standar SNI 1974 tahun 2011. Anda juga bisa mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kuat hancur beton dan standar mutu beton di Indonesia.
Perhitungan kuat tekan beton menggunakan satuan kg/cm². Benda uji yang digunakan pada mutu beton FC berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm tinggi 30 centimeter. Perhitungan kuat tekan beton menggunakan satuan MPA atau Mega Pascal.
Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder yang dicetak adalah revisi dari SNI 03-1974-1990, Metode pengujian kuat tekan beton, dengan tidak lagi mencantumkan cara pengujian beton menggunakan benda uji kubus dan merupakan adopsi modifikasi dari AASHTO T 22-03 (ASTM C 39-99), Standard